Cerita Horror JANGAN PINDAH RUMAHKU (TRUE STORY)


 

Hallo Guys Welcome Man Welcome back to RisqyAnanto Blog, Dalam Postingan kali ini saya akan memposting cerita horror dari patrcik ethnic(@balakarsa) yang berjudul " JANGAN PINDAH RUMAHKU" kebetulan saya post ini  pada jumaat pagi bisa di anggep malam jumaat lah, yuk langsung aja simak ceritanya. 


Ini adalah cerita urban dari daerah terpencil di lereng gunung (nama disamarkan)

Audzubillahiminasyaitonirrodzim


Bimillahirrohmanirrohim


Sakdurunge manungso manggon ngendi paran, demit lan wingit ono suwe urip neng paran kuwi.


(Sebelum manusia tinggal dimana saja, jin setan dan roh leluhur sudah  sudah lama tinggal di tempat itu)

Di tahun 2013 tepatnya aku masih kelas 2 SMA, dan almarhumah simbahku masih ada beliau sering banget ngewanti-wanti (menasehati) aku.


Thole (panggilan untuk anak kecil) ati-ati karo sing jogo omah suwung samping kuwi (hati-hati sama penjaga rumah kosong samping ini)

2014 bulan 2 awal Simbah sedo (meninggal)


Sebelum meninggal, simbah pesen sama aku 


"le thole awakmu iso, meluo ngaji karo paklikmu, paklikmu iso ngendalikno barang-barang semacem iku, sing manggon neng omah suwung iku" -

(le thole dirimu bisa, ikutlah ngaji sama pamanmu, pamanmu bisa mengendalikan barang-barang semacam itu, yang mendiami rumah kosong itu)


Aku cukup paham dengan wejangan (nasihat) simbah dan ikut paklik belajar ngaji.

2014 bulan 3-7 aku belajar rutin ikut ngaji dengan pamanku,

Tiap aku berangkat ke rumah pamanku, (barang yg bertempat di rumah suwung itu, selalu ketakutan, ini kata pamanku)

2 bulan awal, tepatnya bulan maret-mei, masih biasa saja, sama barang-barang liar macem-macem (pusaka yang masih belum ada pemiliknya)


Masih timbul rasa takut dan semacamnya ketika aku lewat jalan yg ngga ada penerangan sama sekali, gelap banget dan sendiri.

Ketika aku menginjak bulan ke 3 (mei pertengahan - khatam ngaji di tempat pamanku)


Tiap di jalan, dimana saja, dan pas sendiri, kayak ada selalu orang yang mengawasai.

Semenjak mei pertengahan, saya sering sekali mencium aroma-aroma parfumnya orang meninggal, 


khas banget mulai dari bau minyaknya, kapur barus, dan bunga-bunganya.

Pernah sekali disuruh bapak ngarit (nyari rumput) disekitaran rumah, kebetulan disini kalau ada kumpulan pohon-pohon bambu/hutan bambu (namanya barongan)

barongan tersebut terkenal mistis dan magis,  sampai sekarang masih ada juru kunci yang katanya, dia memegang kendali atas kejadian-kejadian janggal di daerah rumahku.

Ketika aku Ngarit spontan "mambu" (mencium bau) aroma bunga dan parfum orang meninggal, dan anehnya aku mulai berani mencari sumber dari aroma tsb.

Dan ketika sampe di sumbernya-

Spontan, aku  bilang,


"Nek pean gelem jadi koncoku, berubaho wujud dadi kayu/ batu, aku ora bakal nyengsarake pean "

(kalo kamu mau jadi temanku, jadilah kayu/batu, aku tidak mungkin menyengsarakan kamu)

Selesai cari rumput, sampe rumah, kebetulan pas pamanku ada dibelakang rumah, lagi kumpul sama tetangga lain.

Rumah pamanku tepat dibelakang rumahku , cuma berlawanan arah.

Tiba-tiba pamanku memanggil "ehh reneo sik"(heh kesini dulu) "nggih pak lik"(iya paman) 


Kemudian paman tertuju pada bagor (karung) rumput yang aku bawa

Paman merapalkan doa dan menjelaskan kenapa aku dipanggil paman.


Ternyata, dari tadi aku ngerasa berat  karena batu yang aku bawa dari barongan tak masukin ke dalam karung-

dan pas aku dipanggil paman, beliau bilang

"Sampean ojo maneh muni ngawor nek sekitar barongan iku" (kamu jangan lagi bicara ngawur di sekitar barongan itu)


Aku pun mengangguk.


Seketika batu itu diambil, rumput sekarung tadi beratnya normal lebih ringan.

Dari sini aku mulai percaya

Bahwa kita bener-bener berdampingan dengan makhluk-mahkluk yang ngga kelihatan dengan mata kita (kasat mata)

Setiap aku melihat rumah kosong disamping rumahku aku seperti merasakan hal yang aneh


Rumah itu sudah lama kosong dari tahun 2005-2013

Tapi di pertengahan tahun 2013 ada satu keluarga yang ngontrak di rumah itu.


Tapi setiap hari ada saja yang tindihan, hampir semua ketindihan dan bergantian setiap harinya ketindahan dirumah itu.

Hari ini sang suami, besoknya anak bungsunya besoknya anak sulungnya besoknya sang istri yang ketindihan dan selalu bergantian setiap hatinya ketindihan seperti itu.

Rumah itu memang benar benar berpenghuni (tak kasat mata).Tidak lama beberapa bulan kemudian keluarga itu memilih keluar dari rumah itu dengan alasan mau pindah, 


padahal bapak pernah mendengar cerita dari salah satu anggota keluarga bahwa di dalam rumah itu ada penunggunya yaitu nenek-nenek yang dulunya penghuni pohon randu.

Setiap kali aku wudhu/ buang air kecil, di kamar mandi (yang terpisah dengan rumah) maklum kamar mandiku diluar rumah, kadang dia nampak ketawa cekikikan, se akan2 menertawakanku

Spontan ketika ada bunyi orang ketawa, aku nengok ke arah sumber suara itu, dan yang terlihat hanya kumpulan pohon pisang berdiri.



You may like these posts